Saturday, March 17, 2012

Untitled

Kenanglah aku,
Bukan sebagai tanda seru yang menggebu bicarakan nafsu
Bukan tanda tanya yang paksa pinta terinjak waktu
Tapi sebagai simbol yang teriakkan maksud pemuda
Bentuk hari baru

Tiga Simbol

Kepada bintang indah yang terangi bumi
Lalu kelapa hijau yang selamatkan hidup dari taring ular
Dan boneka lucu yang temani sepimu
Mana yang kau pilih?

Gadis dari Jogja

Seorang gadis dari Jogja
Berkumpul dengan mausia muda, berbagi canda duka
Hadirmu seperti matahari jingga di dingin pagi
Bangunkanku hadapi hari sepi yang keji
Kisahmu seperti bayang bulan kelabu
Tamparku menoleh pada masa lalu sendu
18 tahun telah kau bernapas
Merangkak merengek perih
Kemudian lari menggenggam mimpi
Maafkan aku tak mengenalmu tapi menulis tentangmu
Selamat ulang tahun, Mel
Selamat nikmati mimpi

Friday, March 16, 2012

Romantisme dalam Waktu

Waktu berjalan begitu cepat,
Kita bosan pada romantisme tapi sesali
Maka waktu beri aku jeda,
Untuk keromantisan abadi dengan sang dewi

Aku tahu apa yang kalahkan waktu
Hanyalah abadikan
Dalam dua dimensi indah romantis kita
Hentikan segala waktu

Mari sini sayangku,
Baringkan tubuhmu di sampingku
Masuklah dalam selimut rindu,
Aku ingin pelukmu penuh
Aku ingin berpuisi secara nakal di belakangmu
Dengan tanganku lingkari tubuhmu

Setan Kecil di Bulan Maret

Ada setan kecil putuskan nadi,
antara dua hati di bulan Maret
Tertawa atas embun pedih,
aliri lirih pipi manis seorang gadis
Terbahak akan ekspresi kecewa,
pada wajah sang adam

Sakit dan pasrah wanita terhentak
Sesal dan merugi lelaki takuti
Lantas,
Kenapa kalian biarkan setan kecil putuskan takdir ?

Tapi tersenyumlah sayangku,
Lelaki tak cuma satu,
Dan wanita bukanlah rapuh
Cinta pasti berlabuh

Semesta belum berhenti,
namun setan kecil takkan pergi
Maret akan berganti April
cerita ini belum berakhir

Thursday, March 15, 2012

Kelegaan, Lelucon

Aku sedang merasakan kelegaan
Tidak sakit di hati, tapi di sadar
Percakapan sedang baik saja
Bagus kan ?
Lalu sepertinya puisiku hanya untukku
Setan kecil, bulan Maret, hah lelucon
Banyak yang kutulis selagi kau jauh
Hingga aku kehabisan kata detik ini
Memang cinta itu tai kucing
Tapi aku tak ingin percakapan se-asam tai
Maka percakapan kita sedang baik baik saja
Bukan ?

Dewi Malam

Aku adalah pengkhayal, pemimpi, peng-imajinasi gila yang hidup dikala bulan bernyanyi tentang kesedihan dan bintang menari di atas tubuhku yang lemah .

Terdudukku di sini di bawah lampu jalan berhias serangga pecinta listrik, bertemankan secarik kertas kugambar apa yang kulihat ketikaku menutup mata, seorang gadis cantik yang tertidur di atas ranjangnya yang nyaman dalam kamarnya yang megah .

Berjalanku menjauhi pikiranku yang hina , kuberteriak sekeras mungkin “jangan hiraukan aku, abaikan saja aku”, hingga mampu membangunkan hutan yang tertidur lelapnya dan berharap angin menyampaikan bisikku “selamat tidur dewi malam” .

Hildegarde

Here i am catching your glimpse as you walk down the stairs
you , with your pale lips
you , with your fading smile
you , with your empty eyes
Here i am hoping the Aphrodites to make you mind
me , with my bad attitude
me , with my no-romantic sense
me , with my perfectless self
Here i am for the last time
willing , that i will always be around for you
willing , to help you out when your day is busted
willing , to make you happy forever and after
And you Hilde , please do smile as i do my job , cause the only thing that gave me the reason to live my limited life , is your smile